Home > Religius > ADAB BERDO’A

ADAB BERDO’A

Adab Berdo’a

Allah Ta’ala pasti mengabulkan do’a kita, jika syarat-syaratnya terpenuhi dan tidak ada penghalangnya.

Inilah yang dimaksud dengan adab berdo’a, yaitu;
Hendaklah memilih waktu yang mulia seperti: hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum’at, dan waktu sahur (penghujung malam).

Juga situasi yang baik, seperti: ketika turun hujan, saat pasukan berada di medan jihad fi sabilillah, disaat sujud, dan antara adzan dan iqamat.

Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Saat seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia bersujud. Oleh karenanya perbanyaklah berdo’a (disaat sujud).” (HR. Muslim)

Beliau-Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Do’a antara adzan dan iqamat itu tidak tertolak.” (Hadits hasan Shahih, diriwayatkan At-Tirmidzi)

Hendaklah mantap dan yakin bahwa do’anya akan dikabulkan. Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang dari kalian mengatakan, ya Allah ampunilah hamba jika Engkau menghendaki! Ya Allah kasihilah hamba jika Enkau menghendaki! Tetapi, hendaklah bersungguh-sungguh dalam meminta.” (HR. Bukhari – Muslim)

Hendaknya dalam keadaan suci, menghadap kiblat dan mengulang do’anya tiga kali

Memulai do’anya dengan pujian kepada Allah, baik dengan nama-nama-Nya ataupun sifat-sifat-Nya, juga atas karunia-Nya yang banyak. Lalu bershalawat untuk Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam sesudah itu barulah menyebutkan permintaannya. Kemudian menutupnya dengan membaca shalawat untuk Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dan kembali memuji Allah Ta’ala.

Hendaknya mengisi perutnya dengan makanan yang halal dan tidak berdo’a untuk suatu dosa atau pemutusan hubungan silaturahim.

Hendaknya tidak menuntut segera dikabulkan, tidak pula mengatakan: “Aku sudah berdo’a tapi mengapa belum juga dikabulkan? Sebab Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Do’a salah seorang dari kalian akan dikabulkan selagi tidak terburu-buru dengan mengucapkan: “Aku telah berdo’a tapi mengapa belum juga dikabulkan?”. (HR. Bukhari – Muslim)

Maksud dari hadits tersebut, orang itu telah bosan berdo’a sehingga meninggalkannya dan tidak mau berdo’a lagi. Ia seperti orang yang mengungkit-ungkit do’anya. Atau seakan-akan ia berdo’a dan ia yang menentukan perihal pengkabulannya. Ia menjadi pengatur bagi Rabb Yang Maha Mulia, padahal Allah Maha Mengetahui hikmah yang ada pada semua itu.

Hadits diatas mengajarkan tentang adab berdo’a yaitu hendaknya seseorang senantiasa dan terus menerus dalam berdo’a serta tidak gampang berputus asa.

Categories: Religius
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: