Home > Religius > MACAM-MACAM PUASA

MACAM-MACAM PUASA

1. Puasa Wajib (Puasa Ramadhan)

Puasa Ramadhan adalah puasa wajib yang dikerjakan bagi setiap muslim pada bulan Ramadhan.

Allah SWT berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agara kamu bertaqwa. Yaitu dalam beberapa hari tertentu”. (Q.S. Al-Baqarah: 183-184)

Puasa ramadhan juga termasuk dalam rukun islam, sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra.
“Didirikan agama Islam itu atas lima dasar yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan melainkan Allah dan Nabi Muhammada adalah utusan Allah, mendirikan shalat lima waktu, mengeluarkan zakat, puasa bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah bagi yang mampu jalannya”> (H.R. Bukhari dan Muslim).

Bulan Ramadhan juga adalah bulan yang mulia dan penuh berkah dan ampunan. Allah Swt. berifirman:
“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permualaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan pnejelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang bathil”. (QS Al-Baqarah: 185)

Keutaman puasa bulan Ramadhan adalah:
1. Bau mulut orang yang berupuasa disisi Allah lebih harum dibanding aroma kasturi.
“Setiap amal bani Adam yang baik dibalasi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa jalla berfirman : “Kecuali puasa. Maka puasa itu untuk-Ku dan akulah yang akan membalasnya. Dia telah meninggalkan syahwat, makan dan minum kareka Aku, bagi orang yang berpuasa akan mendapat dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan tatkala berbuka dan tatkala menemui Tuhannya. Sesungguhnya bau mulu orang yang berpuasa disisi Allah, lebih harum dari aroma misk (kasturi)” (H.R MUttafaq ‘Alaih)

2. Para melaikat memohonkan ampunan bagi orang yang telah berpuasa hingga orang tersebut berbuka.

3. Diberi ampunan kepada orang yang berpuasa pada akhir Ramadhan

4. Ada orang dibebaskan Allah dari api neraka pada setiap malam bulan Ramadhan

5. Dibukakan pintu-pintu surga dan ditutup rapat pintu-pintu neraka.

6. Pada bulan Ramadhan terdapat Lailah Al-Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan
Rasulullah bersabda: Barang siapa yang salah malam di bulan Ramadhan lantaran iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”.(H.R. Muttafaq ‘Alaih)

7. setiap hari Allah menghias surga, seraya berfirman:
Telah dekat saatnya hamba-hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban derita lalu mereka datang menuju kepadamu

8. Pada bulan Ramadhan syetan dibelenggu

Amalan utama saat bulan Ramadhan:
1. Shalat Tarawih dan witir serta shalat-shalat sunnat lainnya.
Dari Abu Hurairah ra.: “Rasulullah Saw. sangat menganjurkan untuk beribadah/shalat sunnat pada malam bulan Ramadhan tetapi dalam hal ini beliau tidak mewajibkannya dan selanjutnya beliau bersabda: Barang siapa yang beribadah shalat sunnat pada malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah Swt., maka diampuni dosanya yang telah lalu”. (H.R> Muslim)

2. Memperbanyak membaca Al-Quran

3. Memperbanyak shadaqoh
Rasulullah bersabda:
Sebaik-baiknya sedekah adalah di bulan Ramadhan (HR Tirmidzi)


2. Puasa Nadzar


Puasa nadzar adalah puasa yang sebenarnya tidak diwajibkan untuk mengerjakannya, namun setelah dinadzarkan (telah melakukan suatu perjanjian dengan ALlah Swt, dengan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, baik dengan syarat ataupun tidak), maka puasa ini menjadi wajib hukumnya.

Allah berfirman sebagai berikut:
Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang asalnya merata dimana-mana

Rasulullah pernah bersabda:
Barangsiapa bernadzar akan mentaati Allah(mengerjakan perintahnya), maka hendaklah ia kerjakan. (H.R. Bukhari)

3. Puasa Sunnat


Puasa sunnat adalah puasa yang tidak diwajibkan untuk mengerjakannya, namum mendapat pahala jika dikerjakan, tidak mendatangkan dosa bila ditinggalkan.Puasa-puasa sunnat itu antara lain:

a. Puasa enam hari di bulan Syawal,
Dari Abu Ayyub ra. ia berkata, bahwa Rasulullah pernah bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian diikutinya berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah orang tersebut seperti berpuasa satu tahun.” (H.R. Muslim)

b. Puasa di hari ‘Arafah
Jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. PUasa ini disunnatkan bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji. Barangsiapa yang mengerjakan puasa ini Insya Allah dosanya dihapuskan dua tahun: setahun sebelum, dan setahun sesudah. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah Saw yang berbunyi:
“Berpuasa di hari ‘Arafah menghapuskan dosa dua tahun yaitu dosa satu tahun yang telah lalu dan dosa satu tahun yang akan datang”. (H.R. Muslim)


c. Puasa Hari Asyura (10 Muharram)
Ada juga yang mengatakan tanggal 9 dan 10 Muharram. Dengan berpuasa pada hari Asyura, Insya Allah akan dihapuskan dosanya satu tahun yg lalu. Seperti yang diungkapkan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah:
“Berpuasa pada hari Asyura adalah menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang lalu”.


d. Puasa Senin Kamis

PUasa ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.
“Amal perbuatan itu diperiksa pada setiap hari Senin dan Kamis, maka saya senang diperiksa amal perbuatanku, sedangkan saya sedang berpuasa. (HR Tirmidzi)
Puasa 3 hari setiap bulan (Yaumul Biidh)
Berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 (hari-hari bertepatan dengan bulan purnama). ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan Abu Dzar:
“”Ya, Abu Dzar, apabila engkau berpuasa tiga hari dalam satu bulan, maka berpuasalah engkau pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas”. (HR Ahmad dan Tirmidzi).


e. Puasa di bulan Sa’ban

Dari Aisyah ra, ia menceritakan:
“Saya tidak pernah mengetahui (melihat) Rasulullah Saw. menyempurnakan puasanya satu bulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah mengetahui pada bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak selain dari bulan Sya’ban” (HR Bukhari dan Muslim)


f. Puasa Haram
Hari Raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adh-ha
Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. ia menceritakan:
“Sesungguhnya Rasulullah Saw. telah melarang berpuasa pada dua hari yaitu: Hari ‘Idul Fitri dan hari ‘Idul Adh-ha. (HR Muttafaq ‘Alaih)
Pada hari Tasyrik, yaitu tiga hari pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah / sesudah Idul Adh-ha
Dari Nubaisyah Al-Hudzaili ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Hari Tasyrik itu adalah hari makan, minum dan menyebut nama Allah Swt”.

————————————————————————————–

Categories: Religius
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: